Profil Obama: aktivis hak sipil dan orator ulung

Written By wartini cantika on Minggu, 04 November 2012 | 17.18

Barack Obama

Tema yang diusung Presiden Barack Obama di pilpres AS kali ini adalah Forward.

Barack Husein Obama mencatat sejarah pada 4 November 2008 ketika dengan mudah mengalahkan John McCain dari Republik di pemilihan presiden Amerika Serikat.

Obama adalah presiden AS pertama berkulit hitam.

Ia lahir pada 1961 dari pasangan Barack Obama, seorang akademisi Kenya, dan Ann, wanita berkulit putih dari Kansas.

Barack Obama senior dan Ann bertemu ketika berkuliah di Hawaii.

Ketika ia balita, ayah dan ibunya bercerai.

Saatnya usianya menginjak enam tahun, ibu Obama menikah dengan pria Indonesia, Lolo Soetoro dan kemudian pindah ke Jakarta.

Di Jakarta, Obama kecil biasa disapa Barry dan sempat mengenyam pendidikan SD di kawasan Menteng.

Ayunan nasib kemudian membuat Obama pindah ke Hawaii dan di kepulauan di Pasifik ini ia dibesarkan oleh kakek dan neneknya.

Setelah lulus dari Universitas Columbia di New York, Obama bekerja selama tiga tahun sebagai pegiat di masyarakat miskin Chicago.

Ia kemudian berkuliah di Harvard Law School dan menjadi warga AS keturunan Afrika pertama yang menjadi presiden Harvard Law Review.

Orator ulung

Obama bertemu sang istri, Michelle Robinson, saat bekerja di satu konsultan hukum di Chicago.

Keduanya menikah pada 1992 dan dikaruniai dua anak perempuan, Malia dan Sasha.

Barack Obama

Barack Obama dikenal sebagai aktivis hak-hak sipil di Chicago.

Obama adalah presiden pertama AS yang memiliki anak kecil di Gedung Putih sejak Jimmy dan Rosalynn Carter.

Setelah lulus dari Harvard Obama kembali ke Chicago dan aktif mengupayakan hak-hak sipil dan sering menjadi penasehat hukum orang-orang yang menjadi korban diskriminasi.

Ia juga sempat menjadi dosen di Universitas Chicago sebelum menulis buku pertamanya, Dreams from my Father, pada 1995.

Dari sini, bintang terang terus menaungi Obama. Setahun berikutnya ia terpilih sebagai anggota Senat negara bagian Illinois.

Sebagai anggota Senat Illinois, ia dengan keras menentang keputusan AS melancarkan perang di Irak. Sikapnya ini membuat Obama mendapatkan dukungan besar di pemilihan awal yang dilakukan Demokrat.

Nama Obama dikenal secara nasional setelah memutuskan menjadi anggota Senat.

Obama mempesona para peserta di konvensi Demokrat melalui pidato tentang pentingnya kemandirian, aspirasi, dan persatuan nasional AS.

Ia menang besar di pemilu Senat dan namanya masuk radar kalangan elit di Washington DC.

Tidak hanya masuk radar, ia kemudian bahkan menjadi salah satu tokoh paling menonjol di ibukota AS tersebut.

Beberapa bulan setelah terpilih menjadi anggota Senat, Obama meluncurkan buku politik dan kebijakan publik, The Audacity of Hope.

Dianggap kurang berpengalaman

Barack Obama

Barack Obama berdebat dengan calon Republik, Mitt Romney.

Di Capitol Hill, Obama juga bekerja sama dengan kalangan Republik untuk isu-isu seperti pendidikan, pencegahan HIV/AIDS, dan pemusnahan senjata nuklir.

Ketika ia meramaikan bursa capres pada 2007, atau hanya dua tahun setelah menjadi anggota Senat, para lawannya memotret Obama sebagai politikus yang masih hijau.

Namun selama kampanye, dukungan dari kaum liberal melimpah ruah, terutama dari kalangan pemilih muda, yang memimpikan perubahan setelah AS dimpin George W Bush selama dua periode.

Dan setelah bertarung ketat dengan Hillary Clinton, Obama akhirnya menjadi calon dari Demokrat.

Ketika hari penentuan tiba pada pekan pertama November 2008, Obama tak terbendung.

Tahun ini Barack Obama menghadapi pertarungan yang sama sekali berbeda.

Empat tahun lalu Obama di berbagai jajak pengdapat mengungguli McCain.

Kali ini dalam berbagai jajak pendapat nasional, dukungan untuk Obama dan Mitt Romney, lawannya dari Republik, nyaris sama.

Salah satu kabar menggembirakan bagi Obama adalah, sepertinya para pemilih masih suka dengannya dan akan mencoblosnya kembali, meski prestasi ekonomi Obama dianggap tidak terlalu mengesankan.

Kalau sikap pemilih tidak berubah hingga menjelang pemungutan suara 6 November dan Obama bisa membujuk para pemilik yang selama ini belum menentukan pilihan, ia mungkin akan kembali berkantor di Gedung Putih.


Anda sedang membaca artikel tentang

Profil Obama: aktivis hak sipil dan orator ulung

Dengan url

http://majalahviaonline.blogspot.com/2012/11/profil-obama-aktivis-hak-sipil-dan_4.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Profil Obama: aktivis hak sipil dan orator ulung

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Profil Obama: aktivis hak sipil dan orator ulung

sebagai sumbernya

0 komentar:

Poskan Komentar

techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger