Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Pianis dilarikan ke RS saat manggung

Written By Unknown on Senin, 21 Oktober 2013 | 17.18

Anton Kuerti

Anton Kuerti pertama kali manggung dengan Boston Pops Orchestra usia 11 tahun.

Pianis Kanada Anton Kuerti dilarikan ke rumahs akit dengan ambulan setelah dinyatakan jatuh sakit saat sedang beraksi di panggung dalam sebuah resital di Florida, AS.

Menurut saksi mata, saat sedang manggung Kuerti tiba-tiba nampak bingung dan mulai memainkan bait yang sama berulang kali.

"Salah seorang penonton yang juga berprofesi sebagai pianis akhirnya naik ke panggung dan merangkulnya," kata penyelenggara resital, Alan Penchansky.

"Ia mencoba mencari tahu kalau ada masalah, dan (Kuerti) kemudian mulai bermain lagi. Ia kelihatannya terjebak," katanya pada media lokal.

Sang pianis yang menyusul ke pentas, Santiago Rodriguez, adalah profesor pada pertunjukan keyboard di Sekolah Musik Frost dan akhirnya ia berhasil membujuk Kuerti turun panggung. Intermisi diumumkan dalam resital itu sementara Kuerti kemudian diperiksa oleh petugas medis.

Ia lalu diangkut ke rumah sakit dengan ambulan dan tak kembali lagi meneruskan permainannya.

Pianias kelahiran Austria ini sudah manggung nyaris sepanjang hayatnya mulai sejak baru berusia 11 tahun dengan penampilan perdana bersama Boston Pops Orchestra.

Sebagai pemain tunggal, spesialisasinya adalah komposisi karya Beethoven, yang kerap dimainkannya lengkap 32 sonata, serta dalam bentuk lima koncertonya.

Pada tahun 1997, majalah musik klasik AS Fanfare menyebutnya "pianis terbaik yang kini bermain", sehingga ia lalu dianugerahi gelar kehormatan Officer of the Order of Canada dari pemerintah setempat pada tahun berikutnya.

BBC Radio 3 juga menyebut Kuerti sebagai satu dari 50 Pianist Hebat tahun 2012.

Kini 75 tahun, pria ini tengah menunjukkan kemahirannya di Gereja Coral Gables di Miami saat tiba-tiba jatuh sakit.

Salah seorang pemirsa, Dorothy Hindman, mengatakan sang pianis "berbicara dengan cerdas dan penuh humor" sebelum resital dimulai, yang memainkan karya-karya Beethoven yang kurang dikenal.

Saat memainkan Rondo dengan G major, Op 51, No 29 dengan "nada sangat jernih", tambah Hindman, tiba-tiba ia mulai mengulang bagian penutup yang mulanya bahkan dikira "merupakan bentuk candaan pribadinya".

Namun "ia makin bertambah bingung dan kemudian sering berhenti dan mulai lagi pada bagian kedua dari Eleven Bagatelles, Op 119, sehingga para penonton pun menyadari ada sesuatu yang tidak beres".

Meski terpaksa menghentikan permainan sebelum usai, menurut Hindman seperti ditulis dalam artikel di South Florida Classical Review, pianis Kuerti menerima tepuk tangan hadirin yang berdiri menyatakan penghormatan saat ia turun panggung.


17.18 | 0 komentar | Read More

Penulis To Kill a Mocking Bird menggugat

To kill a mocking bird

To Kill a Mocking Bird masih jadi buku wajib dibaca di banyak sekolah AS 50 tahun setelah ditulis.

Penulis buku To Kill a Mockingbird, Harper Lee mengajukan gugatan terhadap pengelola museum di kota tempatnya tinggal, Monroeville, agar menghentikan penjualan suvenir yang mencantumkan namanya dan judul bukunya yang memenangkan penghargaan Pulitzer.

Gugatan itu diajukan pekan lalu di pengadilan federal kota Mobile dengan tuduhan bahwa Museum Sejarah County Monroes memperdagangkan kepopuleran Lee tanpa izin dan kompensasi. Gugatan disertai dengan tuntutan ganti rugi yang belum disebutkan jumlahnya.

Gugatan ini ditolak pengelola Museum.

''Tiap pernyataan yang tercantum dalam gugatan itu salah, tanpa dasar atau keduanya,'' kata pengacara yang mewakili kubu Museum, Matt Goforth, dalam sebuah surat elektronik Jumat (18/10).

Gugatan dilayangkan Lee setelah penulis terkenal ini mengajukan permintaan merek dagang untuk judul bukunya kalau ada yang menggunakannya pada produk pakaian. Kubu museum menolak permintaan ini, dengan alasan penjualan suvenirnya merupakan bagian vital dari kelangsungan operasinya. Keputusan hakim diperkirakan baru akan diumumkan setahun mendatang.

Buku To kill a Mocking Bird menggunakan seting di sebuah daerah fiktif bernama Maycomb County, namun menurut dokumen gugatan Lee lokasi itu sesungguhnya terilhami oleh Monroe County tempatnya tinggal selama ini di selatan Alabama.

Sementara museum di Monroeville memberikan sejumlah penghargaan pada Lee dengan pajangan dan pertunjukan dengan lakon To Kill a Mockingbird tiap musim panas di salah satu bangunan kota kecil itu.

Museum memberikan royalti untuk lakon yang dimainkan ini dan memang hal ini tidak menjadi bagian dari gugatan.

Namun gugatan juga menandaskan bahwa museum mengantongi keuntungan dari penggunaan nama dan judul bukunya tanpa izin dengan menjual pakaian dan berbagai cendera mata. Situs web museum ini juga menggunakan judul bukunya (http://www.tokillamockingbird.com ) tanpa kompensasi, seperti ditulis kantor berita Associated Press.

''Nona Lee kena stroke dan sekarang dalam kondisi sakit. Tergugat nampaknya meyakini ia tidak akan melakukan gugatan hukum terkait penggunaan merek gadangnya, dan karena itu mengambil keuntungan dari kondisi Nona Lee dan kepemilikannya. Tergugat salah besar,'' tulis gugatan itu.

Novel ini diterbitkan tahun 1960 dengan kisah yang dituturkan dari kesaksian seorang anak umur 10 tahun. Meski plot utamanya bercerita tentang pemerkosaan dan ketidakadilan rasial, namun kemudian karya Lee ini mendapat sambutan sangat luas karena dinilai menggugah dan mengajarkan kesetaraan dengan cara yang mudah dicerna.

Di negara-negara yang menggunakan Inggris sebagai bahasa utama, buku ini sudah diajarkan sejak sekolah dasar dan sejumlah kritikus memasukkannya dalam daftar "Buku Wajib Baca sebelum Mati."


17.18 | 0 komentar | Read More

Menghidupkan perang Napoleon di Leipzig

leipzig enact

Sekitar 600 ribu tentara diperkirakan ikut ambil bagian dalam perang tahun 1813 itu.

Sekitar 6.000 orang penggemar sejarah berkumpul dengan memakai kostum guna memerankan kembali salah satu pertempuran paling berdarah Jerman.

Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte saat itu dikalahkan di dekat Leipzig pada Oktober 1813 oleh pasukan gabungan dari Rusia, Austria, Prusia dan Swedia.

Puluhan ribu penonton menghadiri rekonstruksi yang digambarkan sebagai "rekonsiliasi" ini.

Namun, para pemimpin gereja setempat keberatan pertempuran ini dibuat menjadi sebuah permainan.

Mereka menganggap acara pada Minggu (20/10) kemarin sama dengan memuliakan pembantaian perang, kata wartawan BBC Damien McGuinness.

Diperkirakan sekitar 600.000 tentara turut mengambil bagian dalam serangkaian pertempuran tanggal 16-19 Oktober 1813 dan hampir 100.000 dari mereka kehilangan nyawa.

Sebuah misa okumene diadakan di kota Roetha pada Sabtu (19/10) lalu untuk menandai peringatan ke-200 peristiwa yang juga dikenal dengan Pertempuran Leipzig itu.

leipzig enact

Menjawab kritik penyelenggara mengatakan bertujuan menghidupkan kembali sejarah.

Malam sebelumnya, Presiden Parlemen Eropa Martin Schulz memberikan pidato di monumen peringatan pertempuran kebangkitan nasionalisme ini.

Kemenangan tentara sekutu - termasuk kontingen kecil tentara Inggris - pada saat itu menandai berakhirnya kekuasaan Napoleon atas wilayah Jerman.

leipzig enact

Sekitar 6000 orang turut berpartisipasi dalam peringatan 200 tahun Perang Leipzig.

Panitia mengatakan peringatan yang kontroversial ini akan dilakukan dengan damai dan dimaksudkan untuk menghidupkan kembali sejarah. Ribuan orang ikut serta dalam parade ini dengan memakai kumis ala masa itu, yang dicocokkan dengan seragam replika abad ke-19.

Peran Napoleon dimainkan oleh seorang pengacara asal Paris umur 46 tahun, Frank Samson, yang belajar sendiri bahasa Korsika untuk memberikan penampilan lebih otentik sebagai sang kaisar Perancis.

TV lokal melaporkan langsung dari tempat kejadian seakan pertempuran sebenarnya sedang terjadi hari ini.


17.18 | 0 komentar | Read More

Pakar khawatirkan wabah polio di Suriah

Polio

Penyakit polio bisa dicegah tapi tak bisa disembuhkan.

Para ahli menyampaikan kekhawatiran polio mungkin muncul kembali di Suriah yang tengah dilanda konflik bersenjata.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan mereka menerima laporan tentang wabah polio pertama di Suriah dalam kurun 14 tahun terakhir.

WHO mengatakan angka kasus campak, tipus, dan hepatitis A meningkat di Suriah.

"Mencermati skala perpindahan warga di dalam dan di sekitar perbatasan, ditambah dengan memburuknya kondisi kesehatan lingkungan, munculnya wabah tak bisa dihindari," kata Dr Jaouad Mahjour, direktur bagian penyakit menular WHO untuk kawasan Mediterania Timur.

Munculnya dugaan cluster polio dideteksi di Provinsi Deir al-Zour, pada awal Oktober 2013.

Hasil awal kajian laboratorium di Damaskus menunjukkan dua di antaranya hampir dipastikan sebagai polio.

Kementerian Kesehatan Masyarakat sudah meluncurkan program darurat, namun para pakar khawatir penyakit ini akan susah dikendalikan karena perang di negara tersebut.

Program imunisasi hampir mustahil dilakukan di daerah-daerah yang menjadi lokasi kontak senjata atau yang menjadi sasaran serangan.

Akibatnya, tingkat vaksinasi turun cukup tajam, dari 95% pada 2010 menjadi sekitar 45% untuk 2013.

Di Suriah, sekitar sepertiga rumah sakit tidak berfungsi dan di sejumlah kawasan 70% tenaga medis mengungsi.

Risiko wabah polio juga meningkat akibat terlalu banyaknya jumlah warga di satu tempat, sanitasi yang buruk, dan minimnya pasok air bersih.

Polio menyebar melalui konsumsi makanan atau minuman yang tercemar kotoran.

Penyakit ini bisa juga menular antara manusia melalui air liur, meski model penyebaran ini jarang.


17.18 | 0 komentar | Read More

Paul McCartney mengamen di London

Written By Unknown on Minggu, 20 Oktober 2013 | 17.18

paul mccartney

Sebelum di London, Paul McCartney juga menggelar pertunjukan serupa di New York, AS.

Sir Paul McCartney menggelar pertunjukan mendadak di Covent Garden, London, Inggris saat kawasan ini dipenuhi orang yang tengah menyantap makan siang.

"Selamat siang," katanya kepada lebih dari 2.000 orang yang berkerumun. "Selamat datang di Covent Garden."

"Kami akan menyanyikan sejumlah lagu dari album terbaru, jadi keluarkan telepon anda... Seakan-akan lagu ini belum ada," tambahnya.

Musisi berusia 71 tahun tersebut menyanyikan empat lagu dari album terbarunya, New, di atas sebuah truk yang diparkir di lapangan. Mirip dengan aksi serupa yang pernah dia gelar di New York pekan lalu.

Pertunjukan di London ini dimulai sekitar pukul 13.30 waktu setempat, sekitar satu jam setelah Sir Paul mengumumkan aksinya ini melalui Twitter.

"Saya siap muncul di Covent Garden," tulis mantan anggota Beatles itu di Twitter.

"Baiklah! Mari mengamen!" candanya setelah naik ke atas panggung truk, disaksikan anak perempuannya, Stella.

Paul McCartney membuka pertunjukan dengan lagu terbarunya, yang berjudul sama dengan albumnya,Klik New, dan menutup pertunjukan dengan lagu yang sama.

Pertunjukan mendadak di salah satu taman tersibuk di London tersebut berlangsung selama 20 menit, dan pada akhir pertunjukan Paul mengatakan: "Terima kasih banyak. Oke sekarang, kembali kerja!"

"Itu sangat menarik," kata Sir Paul kepada BBC usai pertunjukan. "Saya merasa saya tengah berada dalam mimpi, semacam ada sedikit ruang."

Lagu yang dinyanyikan Sir Paul

  • New
  • Save Us
  • Everybody Out There
  • Queenie Eye
  • New (reprise)

Paul mengatakan pertunjukan atau mengamen ini merupakan saran dari Stella yang juga adalah seorang perancang busana terkemuka.

"Dia mengatakan, apa yang harus aku lakukan adalah muncul di satu tempat dan melakukan pertunjukan, dan semua orang akan mengeluarkan telepon mereka dan akan menulisnya di Twitter."

"Dan saya katakan, itu bukan ide yang buruk, saya harus keluar dan melakukannya."

Pertunjukan seperti mengamen ini juga serupa dengan apa yang pernah di lakukan The Beatles' pada Januari 1969 saat mereka menggelar pertunjukan di atap kantor perusahaan rekaman mereka saat itu, Apple.

Saat itu polisi terpaksa menghentikan pertunjukan The Beatles' karena membuat kemacetan di Savile Row.

"Polisi bekeberatan, kami katakan, 'Kami tidak akan berhenti meski polisi akan menangkap kami."

"Akhir yang bagus untuk film. Biarkan mereka menangkap kami. Sebuah akhir yang luar biasa!, Beatles ditangkap karena mengamen di atas atap."

Pertunjukan ini juga menjadi bonus tak diduga oleh banyak wisatawan.

"Kami datang hanya melihat-lihat Covent Garden dan kami mendapatkan kejutan besar ini," kata Flavia, seorang turis asal Paraguay. "Saya sangat senang, saya tidak mempercayai hal ini."

Dia juga tidak peduli dengan pertunjukan yang berlangsung singkat, dengan mengatakan: "Bahkan lima menit tak masalah."

Sementara salah seorang karyawan di Covent Garden, Harel, mengatakan dia "agak kecewa, tetapi tidak terkejut" bahwa Sir Paul hanya memainkan lima lagu.

Sementara Craig Williams, yang berjalan kaki dari tempat kerjanya ke Covent Garden untuk melihat pertunjukan ini mengatakan, "bahkan untuk pertunjukan cepat, 10, 15 menit, semuanya layak."

"Sejujurnya saya percaya musik the Beatles' menyelamatkan hidup saya," tambahnya.


17.18 | 0 komentar | Read More

Menikmati halus mulus vokal Tulus

Namanya belum terlalu dikenal publik tapi gadis-gadis kota besar yang gemar menyimak musik lokal di radio, memujanya.

Mohammad Tulus Rusydi, 26, baru dua tahun terjun ke jalur profesional. Album pertamanya, Tulus (2012), diproduseri sendiri dan diedarkan lewat jaringan distributor alternatif, Demajors.

"Saya mulai dari lulusan arsitek yang sebenarnya sudah hampir memutuskan untuk kuliah lagi di luar negeri," kata Tulus di tengah kerumunan wartawan setelah penampilan panggungnya di hari pertama Java Soul Nation Festival dua pekan lalu di Jakarta.

Di panggung itu penonton, tentu kebanyakan gadis remaja, setia menyaksikan vokalis tinggi besar itu menyanyi satu setengah jam penuh dengan hampir semuanya lirik lagu dihafal luar kepala.

"Kalau ada yang bilang saya populer, sumpah saya kaget. Waktu di Java Jazz (Festival, 2012) ada yang ikutin saya nyanyi aja saya kaget banget," katanya dengan muka girang.

Apalagi ketika menemukan wajahnya terpampang di halaman majalah musik the Rolling Stone Indonesia yang memberinya gelar Editor's Choice: Rookie of the Year tahun ini.

"Kejutan-kejutan ini lah yang kemudian bikin saya mantap jalan (berkarier) di musik," tambah bujangan yang mengaku jomblo ini saat diwawancara untuk program Info Musika BBC.

Seperti solois pria lain dalam industri ini, kekuatan utama Tulus ada pada kualitas vokalnya.

"Suara rekaman sama manggung enggak beda deh, enak banget," seru Marissa Putri yang mengaku sudah dual kali nonton penyanyi pujaannya itu mentas di Jakarta. Bersama teman-temannya, gadis cantik 19 tahun ini memilih menikmati suara Tulus meski panggung lain menawarkan berbagai pilihan artis termasuk dari mancanegara.

"Aransemen lagu-lagunya enak, renyah, easy listening sangat," komentar Nirmala Kania, yang baru 16 tahun.

Tulus

Album perdana berjudul Tulus dirilis 2012 melalui label rekaman milik sendiri, Musik Tulus.

Tulus mengaku menulis sendiri semuanya lirik lagunya yang seluruhnya kini diperkirakannya berjumlah sekitar seratus lagu.

Ia tak memainkan alat musik, jadi urusan aransemen akan diserahkan pada orang lain setelah ia membawa lagunya pada orang itu.

Teman Hidup, Diorama, Sewindu dan Sepatu, untuk menyebut diantara beberapa lagu populer dalam Album Tulus, seluruhnya berkisah tentang tema cinta yang nampaknya kena di hati para remaja.

"Padahal Teman Hidup itu saya tulis untuk ibu dan kakak saya lho, dua perempuan yang paling saya sayangi.

"Waktu direkam saya agak deg-degan, dan begitu tahu lagu ini ternyata bisa diinterpretasi lain (sebagai kisah cinta pasangan kekasih) dan disukai orang, saya lega sekali," katanya sambil tertawa.

Apakah kesuksesannya yang sangat cepat karena ia menawarkan sesuatu yang berbeda dari musisi vokal lain?

Dengan merendah pemuda lulusan sebuah universitas swasta di Bandung ini mengatakan ia tak merasa punya hal berbeda dibanding penyanyi lain.

"Secara alami, kita pasti berbeda kan, kembar identik saja punya perbedaan. Tetapi saat memutuskan bermusik saya tidak merasa perlu menyiapkan sesuatu yang beda.

"Ternyata Indonesia itu sangat welcome ya, karena siapa pun kamu kamu akan dikasih kesempatan."

Tulus berencana menelurkan album keduanya akhir tahun ini dan memenuhi permintaan manggung, yang menurut manajernya sudah memenuhi seluruh jadwal sampai akhir tahun.

Info Musika adalah program BBC Indonesia yang mengupas berbagai sisi tentang musik dan disiarkan tiap Jumat petang WIB.


17.18 | 0 komentar | Read More

Pianis dilarikan ke RS saat manggung

Anton Kuerti

Anton Kuerti pertama kali manggung dengan Boston Pops Orchestra usia 11 tahun.

Pianis Kanada Anton Kuerti dilarikan ke rumahs akit dengan ambulan setelah dinyatakan jatuh sakit saat sedang beraksi di panggung dalam sebuah resital di Florida, AS.

Menurut saksi mata, saat sedang manggung Kuerti tiba-tiba nampak bingung dan mulai memainkan bait yang sama berulang kali.

"Salah seorang penonton yang juga berprofesi sebagai pianis akhirnya naik ke panggung dan merangkulnya," kata penyelenggara resital, Alan Penchansky.

"Ia mencoba mencari tahu kalau ada masalah, dan (Kuerti) kemudian mulai bermain lagi. Ia kelihatannya terjebak," katanya pada media lokal.

Sang pianis yang menyusul ke pentas, Santiago Rodriguez, adalah profesor pada pertunjukan keyboard di Sekolah Musik Frost dan akhirnya ia berhasil membujuk Kuerti turun panggung. Intermisi diumumkan dalam resital itu sementara Kuerti kemudian diperiksa oleh petugas medis.

Ia lalu diangkut ke rumah sakit dengan ambulan dan tak kembali lagi meneruskan permainannya.

Pianias kelahiran Austria ini sudah manggung nyaris sepanjang hayatnya mulai sejak baru berusia 11 tahun dengan penampilan perdana bersama Boston Pops Orchestra.

Sebagai pemain tunggal, spesialisasinya adalah komposisi karya Beethoven, yang kerap dimainkannya lengkap 32 sonata, serta dalam bentuk lima koncertonya.

Pada tahun 1997, majalah musik klasik AS Fanfare menyebutnya "pianis terbaik yang kini bermain", sehingga ia lalu dianugerahi gelar kehormatan Officer of the Order of Canada dari pemerintah setempat pada tahun berikutnya.

BBC Radio 3 juga menyebut Kuerti sebagai satu dari 50 Pianist Hebat tahun 2012.

Kini 75 tahun, pria ini tengah menunjukkan kemahirannya di Gereja Coral Gables di Miami saat tiba-tiba jatuh sakit.

Salah seorang pemirsa, Dorothy Hindman, mengatakan sang pianis "berbicara dengan cerdas dan penuh humor" sebelum resital dimulai, yang memainkan karya-karya Beethoven yang kurang dikenal.

Saat memainkan Rondo dengan G major, Op 51, No 29 dengan "nada sangat jernih", tambah Hindman, tiba-tiba ia mulai mengulang bagian penutup yang mulanya bahkan dikira "merupakan bentuk candaan pribadinya".

Namun "ia makin bertambah bingung dan kemudian sering berhenti dan mulai lagi pada bagian kedua dari Eleven Bagatelles, Op 119, sehingga para penonton pun menyadari ada sesuatu yang tidak beres".

Meski terpaksa menghentikan permainan sebelum usai, menurut Hindman seperti ditulis dalam artikel di South Florida Classical Review, pianis Kuerti menerima tepuk tangan hadirin yang berdiri menyatakan penghormatan saat ia turun panggung.


17.18 | 0 komentar | Read More

Gedung Opera Sydney merayakan ulang tahun ke-40

Sydney Opera House

Gedung Opera Sydney masuk dalam daftar gedung warisan dunia sejak 2007.

Tarian Aborijin dan cupcake raksasa memeriahkan perayaan ulang Gedung Opera Sydney yang ke-40, hari Minggu (20/10).

Ribuan penonton berkumpul di luar gedung, yang telah menjadi salah satu ciri khas kota Sydney tersebut, untuk menyaksikan rangkaian perayaan.

Mereka yang datang awal diberi kesempatan untuk melihat gedung dan isinya dari dekat secara cuma-cuma.

Para penonton kemudian menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun" dipimpin oleh penyanyi rock legendaris Australia, Jimmy Barnes, di bawah langit biru yang nyaris tanpa awan.

Kue ulang tahun, berbentuk cupcake dalam ukuran besar, digotong oleh regu tim penyelamat pantai.

Di antara para penonton terlihat anak-anak Jorn Utzon, arsitek Denmark yang merancang Sydney Opera House, yang berstatus sebagai gedung warisan dunia UNESCO sejak 2007.

"Bangunan seperti ini hanya akan ada sekali dalam seumur hidup," kata Jan, salah satu anak Utzon, seperti diberitakan kantor berita AFP.

"Bangunan mencerminkan keinginan dan antusiasme Australia yang unik," katanya.

Gedung Opera Sydney tak bisa dilepaskan dari kehidupan kebudayaan Australia dan menggelar tak kurang dari 2.000 pertunjukan setiap tahun, ditonton oleh 8,2 juta orang.


17.18 | 0 komentar | Read More

Menikmati halus mulus vokal Tulus

Written By Unknown on Sabtu, 19 Oktober 2013 | 17.18

Namanya belum terlalu dikenal publik tapi gadis-gadis kota besar yang gemar menyimak musik lokal di radio, memujanya.

Mohammad Tulus Rusydi, 26, baru dua tahun terjun ke jalur profesional. Album pertamanya, Tulus (2012), diproduseri sendiri dan diedarkan lewat jaringan distributor alternatif, Demajors.

"Saya mulai dari lulusan arsitek yang sebenarnya sudah hampir memutuskan untuk kuliah lagi di luar negeri," kata Tulus di tengah kerumunan wartawan setelah penampilan panggungnya di hari pertama Java Soul Nation Festival dua pekan lalu di Jakarta.

Di panggung itu penonton, tentu kebanyakan gadis remaja, setia menyaksikan vokalis tinggi besar itu menyanyi satu setengah jam penuh dengan hampir semuanya lirik lagu dihafal luar kepala.

"Kalau ada yang bilang saya populer, sumpah saya kaget. Waktu di Java Jazz (Festival, 2012) ada yang ikutin saya nyanyi aja saya kaget banget," katanya dengan muka girang.

Apalagi ketika menemukan wajahnya terpampang di halaman majalah musik the Rolling Stones Indonesia yang memberinya gelar Editor's Choice: Rookie of the Year tahun ini.

"Kejutan-kejutan ini lah yang kemudian bikin saya mantap jalan (berkarier) di musik," tambah bujangan yang mengaku jomblo ini saat diwawancara untuk program Info Musika BBC.

Seperti solois pria lain dalam industri ini, kekuatan utama Tulus ada pada kualitas vokalnya.

"Suara rekaman sama manggung enggak beda deh, enak banget," seru Marissa Putri yang mengaku sudah dual kali nonton penyanyi pujaannya itu mentas di Jakarta. Bersama teman-temannya, gadis cantik 19 tahun ini memilih menikmati suara Tulus meski panggung lain menawarkan berbagai pilihan artis termasuk dari mancanegara.

"Aransemen lagu-lagunya enak, renyah, easy listening sangat," komentar Nirmala Kania, yang baru 16 tahun.

Tulus

Album perdana berjudul Tulus dirilis 2012 melalui label rekaman milik sendiri, Musik Tulus.

Tulus mengaku menulis sendiri semuanya lirik lagunya yang seluruhnya kini diperkirakannya berjumlah sekitar seratus lagu.

Ia tak memainkan alat musik, jadi urusan aransemen akan diserahkan pada orang lain setelah ia membawa lagunya pada orang itu.

Teman Hidup, Diorama, Sewindu dan Sepatu, untuk menyebut diantara beberapa lagu populer dalam Album Tulus, seluruhnya berkisah tentang tema cinta yang nampaknya kena di hati para remaja.

"Padahal Teman Hidup itu saya tulis untuk ibu dan kakak saya lho, dua perempuan yang paling saya sayangi.

"Waktu direkam saya agak deg-degan, dan begitu tahu lagu ini ternyata bisa diinterpretasi lain (sebagai kisah cinta pasangan kekasih) dan disukai orang, saya lega sekali," katanya sambil tertawa.

Apakah kesuksesannya yang sangat cepat karena ia menawarkan sesuatu yang berbeda dari musisi vokal lain?

Dengan merendah pemuda lulusan sebuah universitas swasta di Bandung ini mengatakan ia tak merasa punya hal berbeda dibanding penyanyi lain.

"Secara alami, kita pasti berbeda kan, kembar identik saja punya perbedaan. Tetapi saat memutuskan bermusik saya tidak merasa perlu menyiapkan sesuatu yang beda.

"Ternyata Indonesia itu sangat welcome ya, karena siapa pun kamu kamu akan dikasih kesempatan."

Tulus berencana menelurkan album keduanya akhir tahun ini dan memenuhi permintaan manggung, yang menurut manajernya sudah memenuhi seluruh jadwal sampai akhir tahun.

Info Musika adalah program BBC Indonesia yang mengupas berbagai sisi tentang musik dan disiarkan tiap Jumat petang WIB.


17.18 | 0 komentar | Read More

Paul McCartney mengamen di London

paul mccartney

Sebelum di London, Paul McCartney juga menggelar pertunjukan serupa di New York, AS.

Sir Paul McCartney menggelar pertunjukan mendadak di Covent Garden, London, Inggris saat kawasan ini dipenuhi orang yang tengah menyantap makan siang.

"Selamat siang," katanya kepada lebih dari 2.000 orang yang berkerumun. "Selamat datang di Covent Garden."

"Kami akan menyanyikan sejumlah lagu dari album terbaru, jadi keluarkan telepon anda... Seakan-akan lagu ini belum ada," tambahnya.

Musisi berusia 71 tahun tersebut menyanyikan empat lagu dari album terbarunya, New, di atas sebuah truk yang diparkir di lapangan. Mirip dengan aksi serupa yang pernah dia gelar di New York pekan lalu.

Pertunjukan di London ini dimulai sekitar pukul 13.30 waktu setempat, sekitar satu jam setelah Sir Paul mengumumkan aksinya ini melalui Twitter.

"Saya siap muncul di Covent Garden," tulis mantan anggota Beatles itu di Twitter.

"Baiklah! Mari mengamen!" candanya setelah naik ke atas panggung truk, disaksikan anak perempuannya, Stella.

Paul McCartney membuka pertunjukan dengan lagu terbarunya, yang berjudul sama dengan albumnya,Klik New, dan menutup pertunjukan dengan lagu yang sama.

Pertunjukan mendadak di salah satu taman tersibuk di London tersebut berlangsung selama 20 menit, dan pada akhir pertunjukan Paul mengatakan: "Terima kasih banyak. Oke sekarang, kembali kerja!"

"Itu sangat menarik," kata Sir Paul kepada BBC usai pertunjukan. "Saya merasa saya tengah berada dalam mimpi, semacam ada sedikit ruang."

Lagu yang dinyanyikan Sir Paul

  • New
  • Save Us
  • Everybody Out There
  • Queenie Eye
  • New (reprise)

Paul mengatakan pertunjukan atau mengamen ini merupakan saran dari Stella yang juga adalah seorang perancang busana terkemuka.

"Dia mengatakan, apa yang harus aku lakukan adalah muncul di satu tempat dan melakukan pertunjukan, dan semua orang akan mengeluarkan telepon mereka dan akan menulisnya di Twitter."

"Dan saya katakan, itu bukan ide yang buruk, saya harus keluar dan melakukannya."

Pertunjukan seperti mengamen ini juga serupa dengan apa yang pernah di lakukan The Beatles' pada Januari 1969 saat mereka menggelar pertunjukan di atap kantor perusahaan rekaman mereka saat itu, Apple.

Saat itu polisi terpaksa menghentikan pertunjukan The Beatles' karena membuat kemacetan di Savile Row.

"Polisi bekeberatan, kami katakan, 'Kami tidak akan berhenti meski polisi akan menangkap kami."

"Akhir yang bagus untuk film. Biarkan mereka menangkap kami. Sebuah akhir yang luar biasa!, Beatles ditangkap karena mengamen di atas atap."

Pertunjukan ini juga menjadi bonus tak diduga oleh banyak wisatawan.

"Kami datang hanya melihat-lihat Covent Garden dan kami mendapatkan kejutan besar ini," kata Flavia, seorang turis asal Paraguay. "Saya sangat senang, saya tidak mempercayai hal ini."

Dia juga tidak peduli dengan pertunjukan yang berlangsung singkat, dengan mengatakan: "Bahkan lima menit tak masalah."

Sementara salah seorang karyawan di Covent Garden, Harel, mengatakan dia "agak kecewa, tetapi tidak terkejut" bahwa Sir Paul hanya memainkan lima lagu.

Sementara Craig Williams, yang berjalan kaki dari tempat kerjanya ke Covent Garden untuk melihat pertunjukan ini mengatakan, "bahkan untuk pertunjukan cepat, 10, 15 menit, semuanya layak."

"Sejujurnya saya percaya musik the Beatles' menyelamatkan hidup saya," tambahnya.


17.18 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger