Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

Manusia rawa-rawa yang mati 'mengerikan'

Written By Unknown on Minggu, 03 Agustus 2014 | 17.18

Kondisi mayat bersuai 2.000 tahun ini masih utuh karena terendam dalam rawa-rawa gambut.

Tiga puluh empat tahun silam, seorang pria pemotong rumput secara tidak sengaja menemukan potongan tubuh manusia tidak bernyawa di sebuah rawa-rawa gambut di Desa Cheshire, Inggris.

Semula dikira potongan kayu, pria itu kemudian memutuskan untuk melanjutkan kerjanya. Namun langkahnya terhenti, karena dia menemukan potongan kaki manusia tidak jauh dari temuan pertama.

Belakangan, setelah diteliti para ahli, potongan-potongan tubuh manusia itu adalah pria berusia 25 tahun, tinggi sekitar 168 cm dengan berat antara 60-65 kg.

Arkeolog Rick Turner, yang berperan besar dalam penelitian arkeologis terhadap "manusia rawa-rawa" itu, masih teringat apa yang dia rasakan saat itu.

"Itu adalah hari-hari yang paling menarik dalam karir arkeologi saya," kata Rick Turner.

Pria malang itu diperkirakan meninggal dunia sekitar 2.000 tahun silam, yaitu antara dua tahun sebelum Masehi atau tahun 115 Masehi.

Kondisi tubuhnya relatif utuh, karena terawetkan dengan baik dalam rawa-rawa gambut. "Itulah sebabnya kulitnya relatif utuh, rambut dan jenggotnya terpelihara dengan baik," kata Rick Turner.

"Ini untuk pertama kalinya, kita dapat melihat wajah seseorang dari masa pra-sejarah Inggris."

Lindow man

Para ahli kemudian menyebut pria itu sebagai Lindow man, merujuk pada lokasi temuan mayat itu di kawasan rawa gambut Lindow moss.

Dia juga sering disebut sebagai Lindow II, karena sebelumnya ditemukan "mayat serupa" di lokasi yang sama.

Diperkirakan pria ini disiksa terlebih dulu sebelum dibenamkan dalam rawa-rawa.

Usai diteliti, tubuh pria itu kemudian disimpan di British Museum, London. Juru bicara museum itu mengatakan: "Temuan ini merupakan salah satu temuan arkeologi paling penting pada tahun 1980-an yang menimbulkan sensasi di media massa".

Pria malang itu diperkirakan meninggal dunia sekitar 2.000 tahun silam, yaitu antara dua tahun sebelum Masehi atautahun 115 setelah Masehi.

Ritual pengorbanan

Hasil penelitian para ahli menyebutkan, pria itu tewas secara mengerikan. Dia dipukul pada bagian atas kepalanya dengan benda berat dan dihajar tulang rusuknya.

Di rawa-rawa gambut bernama Lindow Moss di Desa Cheshire, Inggris, mayat pria itu ditemukan.

Temuan tali tipis di lehernya, dia kemungkinan besar dicekik hingga mematahkan lehernya, sebelum dibenamkan dalam rawa-rawa.

Walaupun masih menjadi perdebatan di antara para ahli, kemungkinan pria itu dibunuh untuk sebuah ritual pengorbanan.


17.18 | 0 komentar | Read More

Daniel Radcliffe batal tampil di Meksiko

Dia dikenal luas atas perannya sebagai Harry Potter.

Penampilan aktor Daniel Radcliffe di sebuah acara karpet merah pada pemutaran film What If di Mexico City telah dibatalkan.

Distributor film What If di negara itu harus membatalkan acara tersebut karena terlalu banyak penggemar yang datang ke pusat perbelanjaan sebelum aktor yang terkenal lewat film Harry Potter itu hadir.

Diamond Films mengatakan pihak berwenang setempat memerintahkan untuk menunda acara karena kata mereka sutuasi sudah berada "di luar kendali kami".

Pemutaran perdana film tersebut pada Kamis (31/07) malam film tetap berlangsung, tapi tanpa gelaran karpet merah yang bertabur bintang.

Para distributor film What If - yang juga akan diputar di bioskop-bioskop AS pada tanggal 8 Agustus - menambahkan bahwa mereka "menghargai respon dan antusiasme untuk acara ini".

Film romantis yang disutradarai oleh Michael Dowse ini juga dibintangi Zoe Kazan dan dikenal sebagai The F Word di beberapa negara di luar Inggris dan AS.

Film ini pertama kali diputar di Festival Film Toronto pada bulan September 2013.


17.18 | 0 komentar | Read More

Rumah Michael Jackson segera dijual

Rumah mewah Michael Jackson yang dijuluki 'Neverland' segera dilelang.

Rumah mewah milik mendiang penyanyi pop Michael Jackson tengah dipertimbangkan untuk dijual, kata sebuah perusahaan investasi.

Semasa hidupnya, Michael Jackson menjuluki kediamannya yang mirip istana itu dengan sebutan 'Neverland' yang merujuk pada sosok Peter Pan, tokoh dongeng anak-anak yang dikaguminya.

Di dalam komplek rumah mewah itu, raja pop dunia itu membangun taman hiburan dan kebun binatang.

Perusahaan investasi, Colony Capital LLC, mengatakan, keluarga Michael Jackson akan segera membuat keputusan tentang kepastian penjualan rumah tersebut, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Namun demikian, Owen Blicksilver, juru bicara Colony Capital LLC, menolak memberikan rincian tentang rencana penjualan rumah yang terletak tidak jauh dari pantai California itu.

Michael Jackson, yang wafat pada Juni 2009 di usia 50 tahun karena terpapar obat bius, telah menjadikan kediamannya sebagai jaminan atas pinjaman senilai $ 23juta kepada perusahaan investasi tersebut.

MIchael Jackson meninggal dunia di usia 50 tahun pada Juni 2009 lalu.

Ketika Jackson dan Colony Capital membuat kesepakatan, perusahaan itu berjanji akan merapikan peternakan dan menjual properti ini antar $ 70juta dan $ 80juta dolar, asal Jackson mampu memperbaiki karirnya.

Inilah yang membuat pengelola perumahaan milik Jackson, John McClain dan John Branca, menyayangkan rencana penjualan rumah itu. Mereka berjanji akan merawatnya.

"Kami yakin setiap pemilik baru dari Neverland akan menghormati sejarah dan kekhasan rumah indah ini. Kenangan atas Michael akan tetap hidup di hati para penggemarnya di seluruh dunia," kata mereka.


17.18 | 0 komentar | Read More

Menghapus tumor dengan 'operasi balon'

Pria ini mengaku tidak nyaman dengan "benjolan balon" di atas kepalanya, utamanya saat tidur malam.

Seorang pria kelahiran Bulgaria menjalani operasi dengan metode peregangan kulit di atas kepalanya untuk menyingkirkan tumor dari dalam kepalanya.

Selama menjalani proses operasi ini, Chris Sotyanov harus rela "membiarkan" kemunculan semacam benjolan balon di belakang kepalanya.

Dalam rentang enam bulan, tim dokter akan memasukkan semacam cairan ke dalam "balon" itu sehingga akan membesar secara perlahan.

Stoyanov, yang berusia 30 tahun,mengaku tidak nyaman dengan "benjolan besar" di atas kepalanya itu, terutama ketika tidur di malam hari.

Warga Wothing, West Sussex, Inggris ini mengatakan, dia harus bersikap sangat hati-hati karena tim dokter memberitahu bahwa benjolan itu dapat "meledak".

"Sangat tidak nyaman karena benjolan itu terus membesar. Jadi saya harus lebih lebih berhati-hati," kata Stoyanov yang telah memilih pindah dari Bulgaria ke Inggris untuk menyembuhkan tumornya.

Tapi, metode yang dilakukan ahli bedah plastik Niall Kirkpatrick ini telah berjalan seperti diharapkan.

Hal ini ditandai kulit "palsu" di bagian belakang kepalanya terus tumbuh dan telah menutupi seluruh batok kepalanya.

"Enam bulan itu tidak sebentar. Semuanya seperti berjalan lambat. Tapi akhirnya metode ini terbukti sukses."

Sebelumnya, selama 17 tahun Stoyanov telah berulangkali mengikuti operasi untuk menyingkirkan tumornya, sebelum memilih operasi dengan metode baru ini.

"Sangat tidak nyaman karena benjolan itu terus membesar. Jadi saya harus lebih lebih berhati-hati."

Di usia 13 tahun, dia didiagnosa memiliki tumor di kepalanya. Walaupun berulangkali mengikuti operasi di Bulgaria, ahli bedah tidak bisa menyingkirkan tumornya secara permanen.

Setelah menyerah pada upaya pengobatan di Bulgaria, dia kemudian pindah ke Inggris pada tahun 2009.

Di London, dia diberitahu bahwa apabila tumor itu dibiarkan tumbuh dapat menembus tengkoraknya dan sekaligus membunuhnya.

Para ahli bedah mengatakan, operasi yang dijalani Stoyanov selama ini gagal menghilangkan semua jaringan tumor sehingga dia tumbuh kembali.

Untuk menyingkirkan tumor dari kepalanya, tim dokter harus mengambil kulit kepala pria 30 tahun itu sepanjang 23cm, yang diganti dengan kulit dari pahanya.

Sebuah "balon" secara bertahap diisi dengan 950ml cairan yang dimasukkan dengan selang melalui telinga kanannya.


17.18 | 0 komentar | Read More

Tarantino upayakan penyelamatan seluloid

Written By Unknown on Sabtu, 02 Agustus 2014 | 17.18

Quentin Tarantino

Quentin Tarantino, sutradara eksentrik yang fanatik dengan seluloid.

Quentin Tarantino dan sejumlah sutradara Hollywood terkemuka lainnya mengerahkan upaya menyelamatkan Kodak, pabrik terakhir yang memproduksi film fisik seluloid.

Revolusi digital telah membuat produksi seluloid anjlok 96% dan terhitung sejak 2006 tinggal 4% saja.

Tarantino dan para sutradara seperti JJ Abrams, Christopher Nolan dan Judd Apatow membujuk para eksekutif studio untuk memproduksi film dengan seluloid dalam jangka panjang.

Sejumlah studio menyatakan kesepakatan awal, dan sedang "merundingkan kesepakatan formal," dengan Kodak, demikian dilaporkan Wall Street Journal.

Kendati sebagian besar produksi Hollywood beralih ke digital, masih ada yang kukuh setia ke film berbahan fisik.

Sutradara Abrams yang sedang menyiapkan Star Wars Episode VII dengan seluloid mengatakan pada WSJ bahwa format seluloid telah "menjadi standar kualitas."

"Ada sesuatu dari seluloid yang tak tertandingi indahnya, wajar, alamiah, dan nyata," katanya.

Kodak adalah satu-satunya perusahaan yang tersisa, yang masih memproduksi film seluloid untuk film bioskop.

Juru bicara Kodak Louise Kehoe mengatakan kepada The Hollywood Reporter, perusahaannya "sangat berharap bahwa kesepakatan bisa ditandatangani".


17.18 | 0 komentar | Read More

Produksi serial Big Bang Theory ditunda

big bang

Serial komedi situasi Big Bang Theory merupakan acara televisi yang paling banyak ditonton di Amerika Serikat.

Produksi musim kedelapan serial komedi situasi The Big Bang Theory terpaksa ditunda karena sejumlah pemerannya menuntut upah yang lebih tinggi.

Hal ini mengemuka ketika para pemeran utama, seperti Jim Parsons, Kaley Cuoco, Kunal Nayyar, dan Simon Helberg dilaporkan tidak muncul di studio Warner Bros Television (WBTV) pada Rabu (23/07).

big bang

Serial The Big Bang Theory mengisahkan pergaulan para ilmuwan di AS.

"Lantaran negosiasi yang masih berlangsung, produksi The Big Bang Theory, yang dijadwalkan berlangsung hari ini, telah ditunda," ujar WBTV dalam pernyataan resmi.

The Big Bang Theory saat ini merupakan acara televisi yang paling banyak ditonton di Amerika Serikat dengan jumlah pemirsa rata-rata mencapai 23,1 juta orang pada 2013-2014.

Karenanya, pada awal tahun ini, acara yang menampilkan para ilmuwan kutu buku itu diperpanjang sampai tiga musim ke depan atau setidaknya hingga 2017.

Berdasarkan laman The Hollywood Reporter, Parsons, Galecki dan Cuoco memperoleh US$325 ribu per episode. Mereka ditengarai menegosiasi agar bayaran itu ditingkatkan menjadi US$1 juta per episode.

Apabila mereka mendapat bayaran dengan jumlah itu, mereka menjadi aktor-aktor dengan upah tertinggi dalam pertelevisian AS.

Saat ini, bayaran tertinggi masih dipegang Ashton Kutcher dan Jon Cryer dari serial komedi Two and a Half Men dengan upah sekitar US$700 ribu per episode.


17.18 | 0 komentar | Read More

Trik India mengatasi monyet liar di gedung parlemen

Populasi monyet berwajah merah ini ribuan di kota Delhi.

Sebanyak 40 pria India dipekerjakan untuk meniru perilaku lutung sehingga dapat menakut-nakuti monyet asli yang berkeliaran di gedung parleman di Delhi.

Orang-orang ini diminta membuat suara melengking mirip lutung muka hitam untuk menakut-nakuti monyet kera berwajah merah.

Ribuan monyet berwajah merah ini banyak berkeliaran jalanan Delhi, mencemari kebun dan kantor, serta menyerang orang-orang untuk mendapat makanan.

Tapi di sisi lain, hewan ini dianggap suci oleh umat Hindu, karena itu sering diberi makan sehingga para kera betah di wilayah permukiman.

Otoritas sipil Delhi sebelumnya menggunakan lutung asli yang diikat di sekitar kompleks gedung agar para monyet liar menjauhi area itu.

Tapi praktek tersebut harus ditinggalkan karena menuai protes dari aktivis hak-hak binatang dan perintah pengadilan mengatakan bahwa mengurung monyet di penangkaran adalah tindakan yang kejam.

Menteri Pembangunan Perkotaan M Venkaiah Naidu menginformasikan kepada parlemen bahwa pemerintah kota kini mempekerjakan orang untuk meniru lutung.

Lutung asli pernah digunakan untuk mengusir monyet liar, tetapi kini dilarang.

"Berbagai upaya sedang dilakukan untuk mengatasi monyet dan anjing liar di dalam dan di sekitar gedung parlemen ... Langkah-langkah termasuk menakut-nakuti monyet oleh orang-orang terlatih yang menyamarkan diri mereka sebagai lutung," katanya.

Mereka yang "sangat berbakat" ini akan menirukan suara lutung dan bersembunyi di balik pohon untuk mengusir binatang-binatang liar, kata pejabat kota Delhi.

Populasi besar monyet liar di Delhi menjadi masalah laten. Mereka bisa seenaknya naik kereta, dan masuk gedung parlemen, menyerang kantor perdana menteri dan kementerian pertahanan.


17.18 | 0 komentar | Read More

Daniel Radcliffe batal tampil di Meksiko

Dia dikenal luas atas perannya sebagai Harry Potter.

Penampilan aktor Daniel Radcliffe di sebuah acara karpet merah pada pemutaran film What If di Mexico City telah dibatalkan.

Distributor film What If di negara itu harus membatalkan acara tersebut karena terlalu banyak penggemar yang datang ke pusat perbelanjaan sebelum aktor yang terkenal lewat film Harry Potter itu hadir.

Diamond Films mengatakan pihak berwenang setempat memerintahkan untuk menunda acara karena kata mereka sutuasi sudah berada "di luar kendali kami".

Pemutaran perdana film tersebut pada Kamis (31/07) malam film tetap berlangsung, tapi tanpa gelaran karpet merah yang bertabur bintang.

Para distributor film What If - yang juga akan diputar di bioskop-bioskop AS pada tanggal 8 Agustus - menambahkan bahwa mereka "menghargai respon dan antusiasme untuk acara ini".

Film romantis yang disutradarai oleh Michael Dowse ini juga dibintangi Zoe Kazan dan dikenal sebagai The F Word di beberapa negara di luar Inggris dan AS.

Film ini pertama kali diputar di Festival Film Toronto pada bulan September 2013.


17.18 | 0 komentar | Read More

Poster Ninja Turtles dianggap terkait 9/11

Written By Unknown on Kamis, 31 Juli 2014 | 17.18

Teenage Mutant Ninja Turtles

Ada juga yang mengatakan sasaran film terlalu muda untuk mengetahui 9/11.

Paramount Pictures menyampaikan permintaan maaf atas poster Teenage Mutant NinjaTurtles yang tampak menampilkan serangan teroris 9/11 atau 11 September di New York.

Poster itu memperlihatkan kura-kura Ninja melompat dengan latar belakang gedung pencakar langit New York yang meledak untuk peluncurannya di Australia pada tanggal 11 September.

Setelah mendapat kritik di internet, poster kemudian dihapus dari Twitter dan Facebook milik Paramaount Pictures.

"Mengkombinasikan gambar itu dengan tanggal merupakan satu kesalahan," seperti dalam pernyataan Paramaount Australia.

"Kami meminta maaf secara mendalam menggunakan karya seni itu sebagai bahan promosi untuk peluncuran 11 September di Australia."

Teenage Mutant Ninja Turtles

Peluncuran film di Australia pada 11 September.

"Kami tidak bermaksud menyinggung dan segera mengambil tindakan untuk tidak menggunakannya lagi."

Kombinasi gambar dan tanggal peluncuran memicu kemarahan karena tampak seperti dikaitkan dengan serangan teroris 9/11, ketika beberapa korban melompat turun dari gedung World Trade Centre New York pada 11 September.

"Langkah yang salah. Selera buruk," ungkap Stephen Scott lewat Twitter.

Pengguna Twitter lain, Ross O'Donovan mempertanyakannya, "Bagaimana hal ini bisa lewat dari tim pemasaran."

Namun ada juga yang mengatakan bahwa sasaran khalayak dari film itu terlalu muda untuk mengetahui 9/11.

"Sasarannya terlalu muda untuk mengingat atau lahir setelah 9/11 dan untuk pasar asing. Saya maafkan mereka."

Teenage Mutant Ninja Turtles akan diluncurkan di Amerika Serikat pada tanggal 9 Agustus sedangkan di Inggris baru beredar pada 17 Oktober mendatang.


17.18 | 0 komentar | Read More

Tarantino upayakan penyelamatan seluloid

Quentin Tarantino

Quentin Tarantino, sutradara eksentrik yang fanatik dengan seluloid.

Quentin Tarantino dan sejumlah sutradara Hollywood terkemuka lainnya mengerahkan upaya menyelamatkan Kodak, pabrik terakhir yang memproduksi film fisik seluloid.

Revolusi digital telah membuat produksi seluloid anjlok 96% dan terhitung sejak 2006 tinggal 4% saja.

Tarantino dan para sutradara seperti JJ Abrams, Christopher Nolan dan Judd Apatow membujuk para eksekutif studio untuk memproduksi film dengan seluloid dalam jangka panjang.

Sejumlah studio menyatakan kesepakatan awal, dan sedang "merundingkan kesepakatan formal," dengan Kodak, demikian dilaporkan Wall Street Journal.

Kendati sebagian besar produksi Hollywood beralih ke digital, masih ada yang kukuh setia ke film berbahan fisik.

Sutradara Abrams yang sedang menyiapkan Star Wars Episode VII dengan seluloid mengatakan pada WSJ bahwa format seluloid telah "menjadi standar kualitas."

"Ada sesuatu dari seluloid yang tak tertandingi indahnya, wajar, alamiah, dan nyata," katanya.

Kodak adalah satu-satunya perusahaan yang tersisa, yang masih memproduksi film seluloid untuk film bioskop.

Juru bicara Kodak Louise Kehoe mengatakan kepada The Hollywood Reporter, perusahaannya "sangat berharap bahwa kesepakatan bisa ditandatangani".


17.18 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger